Hypnosis adalah terbukanya filter/ faktor kritis di pikiran sadar dengan diikuti pemikiran-pemikiran tertentu melalui bahasa verbal menjadi sebuah sugesti sehingga mudah diterima oleh pikiran bawah sadar.
 
Mengapa ada pikiran sadar dan pikiran bawah sadar?
Ini hanyalah cara kita memahami pikiran dan cara kerjanya. Kita mempunyai dua pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Peran dan pengaruh pikiran sadar hanyalah 12%, sedangkan pikiran bawah sadar mencapai 88%.
Pikiran sadar dapat membandingkan, menganalisa, memutuskan bahkan mengindentifikasi informasi yang masuk. Pikiran bawah sadar menyimpan informasi yang masuk dalam jangka panjang, dia adalah gudang penyimpan informasi, mampu mengingat memori jangka panjang, jadi apabila suatu peristiwa masa lalu tidak mampu diingat dengan sadar maka dapat dimunculkan kembali dengan cara hypnosis. Tentang kebiasan baik atau atau kebiasaan buruk, reflexs seperti ketika mata berkedip. Tentang emosi, cara kita memandang berdasarkan kaca mata kita, segala sesuatu yang kita yakini bahwa itu benar, sesuatu yang kita pandang sebagai hal penting. Intuisi, tentang kepribadian dan kreativitas. Semuanya itu adanya/bermuara di pikiran bawah sadar.
 
Hypnotherapy
Hypnotherapy adalah terapi dengan hypnosis, sangat mudah dalam menjangkau pikiran bawah sadar dalam meng-install ulang pada proses penyembuhan pikiran yang sakit.
Dalam proses Hypnotherapy sangatlah perlu adanya kerja sama dari seorang pasien karena pada dasarnya hypnosis adalah self hypnosis. Bila pasien tidak bersedia bekerjasama sepenuhnya maka terapi tidak akan berhasil. Hypnotherapist hanyalah fasilitator dalam proses therapy.
 
Apa saja yang dapat disembuhkan dengan Hypnotherapy?
Hypnotherapy membantu proses penyem-buhan yang berhubungan dengan kondisi-kondisidiantaranya:
Stress management, kurang motivasi, emosi-emosi negative seperti marah, sedih, rasa takut hati, rasa bersalah, tidak percaya diri, kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang (Obsessive Compulsion Disorder), fobia, trauma, luka batin, cemas, berat badan berlebihan, berhenti merokok, sex problem atau keputusan-keputusan diri yang menghalangi tujuan yang ingin dicapai.
NEURO-LINGUISTICPROGRAMMING
Neuro-Linguistic Programming, atau NLP pertama kali didefinisikan oleh Dr Richard Bandler, seorang ahli matematika, dan John Grinder, seorang Associate Professor Linguistik. Mereka bekerja sama di University of California, dan membawa NLP pada tahun 1970. Sejak itu, NLP berkembang sangat populer, dan sekarang NLP menjadi tempat belajar yang sangat luas artinya bagi perubahan diri, dengan banyak kegunaannya. Tidaklah mudah memberikan satu definisi tunggal, tetapi, pada dasarnya, NLP mengeksplorasi pola pikir dan perilaku orang sehari hari. NLP menyediakan berbagai macam metode dan model untuk membantu kita memahami bagaimana orang berpikir dan berperilaku, bagaimana ini terkait, bagaimana mereka bisa berubah. NLP juga memberikan keterampilan dan teknik yang diperlukan untuk mendefinisikan dan mencapai tujuan kita.
Semakin banyak orang-orang sekarang menggunakan manfaat NLP dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkannya untuk lebih baik lagi. Mereka merasa lebih terpenuhi, baik secara pribadi ataupun profesional. NLP memiliki pemahaman tentang bagaimana kita berpikir dan bertindak, dan bagaimana mengubahnya, dan ini akan sangat membantu kita dalam meningkatkan kecerdasan guna mendesign hidup yang kita inginkan.
NLP dapat memberikan kita kesadaran akan indra fisik kita, dan bagaimana hal ini memberi dampak yang kuat pada pola pemikiran kita. NLP mendorong kita mengingat bahwa input sensoris kita datang dalam lima cara yang berbeda, dari seluruh panca indera (penglihatan, pendengaran, perasaan, pengecapan dan penciuman). Hal ini menunjukkan bahwa ingatan kita, pikiran dan dialog internal mungkin berbeda tergantung pada indera kita, yang memiliki dampak paling besar pada pikiran kita.
Hubungan NLP dan Hypnosis
NLP dan hypnosis sangatlah berhubungan dengan terapi. Meskipun memiliki keunikan dan teknik yang berbeda, NLP sangatlah membantu saat proses terapi.
hypnosis
Lina Herlina
Hipnoterapis yg sangat tertarik pada pembangunan SDM khususnya dimensi pengelolaan mentalitas pikiran, emosi dan prestasi seseorang, sehingga mendorongnya mendalami dan menjalankan pekerjaannya dibidang Coaching, Counseling dan Therapy.