Kulit dehidrasi cenderung kasar karena kandungan air dan minyak dalam kulit sangat sedikit. Kosmetika untuk kulit dehidrasi pada dasarnya sama dengan kosmetika untuk kulit kering ataupun kulit menua.

Kosmetika yang sifatnya pengobatan perlu dilihat kondisi kulit secara seksama. Kosmetika utama antara lain :

  •  image1 (2)Moisturizer atau pelembab,
  •  Cleansing atau pembersih tipe O/W,
  •  Tonic atau penyegar yang kadar alkoholnya rendah,
  •  Krim pemupuk,
  •  Krim yang mengandung AHA untuk membantu melepaskan sel kulit yang sudah mati,
  •  Skin peeling cream/lotion,
  •  Masker paraffin/lilin/masker minyak hangat (warm oil mask), serta
  •  Alas bedak dengan bahan bakar minyak.

 

  •  Pemakaian masker paraffin harus diperhatikan suhu lilin dan apabila kondisi couperose/broken capilaries, area tersebut harus dioleskan vaselin terlebih dahulu sebelum pengolesan masker paraffin
  •  Penggunaan sinar infra merah, saat pengolesan warm oil mask, pada area yang terlihat pembuluh darah atau
  •  Skin peeling, dilakukan dengan gerakan yang lembut agar tidak menimbulkan iritasi kulit.

image2
Gambar 2. Penggunaan masker

image3
Gambar 3. Gerakan lembut saat peeling

Perawatan kulit dehidrasi sehari-hari yaitu pembersihan dengan menggunakan susu pembersih seperti halnya pada perawatan kulit kering, kulit menua maupun kulit sensitif. Kulit dehidrasi memiliki kecenderungan kasar maka pada siang dan malam hari dapat diberikan krim pelembab dan apabila kulit sudah terasa halus, penggunaaan krim yang mengandung AHA (Alpha Hidroksil Acid) dihentikan.

image4Gambar 4.  Kulit sehat terawat.

Perawatan secara berkala dapat dilakukan skin peeling, penggunaan masker paraffin/ wask mask, dibuat dari camputran 98 gram paraffin wax dan 126 gram petroleum jelly yang dilelehkan, pemakaian warm oil mask yang dibantu dengan sinar infra merah, dan kompres handuk lembab hangat untuk membuka pori-pori. (sumber: tipsperawatan.com)